3 Days Travel

09.21

Day 1 - 23 Maret 2011

Rencana keluarga hari itu adalah tangkil ke Besakih. Rombongan kami terdiri dari 17 orang. Pertama, kami melaju ke Pura Batur. Yang menariknya, di Pura itu terdapat Barong yang terbuat dari berbagai hasil panen. Seperti jagung, kacang panjang, padi, pisang, kacang merah, kacang hijau, nanas dan sebagainya. Lebih unik lagi karena pemangkunya masih kecil. Adik-adik saya (yang perempuan) pada bilang kalau pemangkunya cakep. Dan tiba-tiba Beliau menoleh pada kami. Wuih, jangan-jangan Beliau bisa membaca pikiran :"| Perjalanan kemudian berlanjut ke Pura Besakih. Kami berpencar sembahyang menuju Pedarman masing-masing, kembali berkumpul di Bale Agung untuk sembahyang bersama. Settingnya malam-malam sampai subuh jam 3 pagi.

Kesan : menyenangkan. Akrab. Apalagi pertemuan yang tidak disengaja dengan kakak sepupu saya yang berulangtahun sama dengan saya. Ahihihi. :">


Day 2 - 24 Maret 2011

Cari bahan bangunan, sebelum siap-siap ke kundangan. Sahabat saya, Maya, melangsungkan upacara potong gigi ( metatah), yang digelar sekaligus pernikahan kakak sepupunya. Maya adalah teman saya dari smp, sma, hingga lulus pun kami tetap dekat. Dia adalah salah satu anak AFA, maka tak heran anak-anak AFA masuk dalam tag undangannya :) Jadi, saya dan Tsuki pergi berdua bersama motor Tsuki. Ehem, ehem, si Bleki rating kanannya lagi mati sih. Dan kami pun pergi, tanpa tahu tempatnya yang pasti. Berkeliling, bertanya, dan berkelana. *halah* Tapi herannya, saya tidak deg-degan seperti saat kami berdua dulu nyasar di Kuta. Malahan, saya menikmatinya. Tsuki bahkan sempat-sempatnya kepikiran turun dan berfoto di sawah saat itu =)) Akhirnya, dengan berbekal "malu bertanya sesat di jalan", kami akhirnya menemukan kampungnya Maya. Cihui!

Kesan : double menyenangkan. Meski tidak mendapatkan takoyaki saat pulang. Tapi saya pengen deh main-main lagi keluar. Perjalanan ama Tsuki memang selalu jadi JJGJ. Hahahahaha. *ditabok ybs*


Day 3 - 25 Maret 2011

Saya, dan tiga sepupu sebaya saya (1 ce, 2 co) menghadiri undangan resepsi pernikahan Bli Kadek di Selat, Karangasem. Bodohnya, tak ada yang mengingat untuk membawa denah. Berkali-kali kami bertanya (walau saya sebetulnya lebih banyak diam saja), menelpon mempelai, memakai GPS (google map) dan dengan perjalanan yang 'wah', akhirnya kami tiba dengan selamat di tkp. Uniknya di sana, welcome drink yang disuguhkan adalah minuman yang luar biasa. Bayangkan, sebuah botol kaca berukuran besar berisi minuman keras yang bahan-bahannya masih ada di dalamnya. Percaya deh, saya jadi ingat dengan pelajaran ramuan di IH saat melihat langsung isinya. Pertama, ginseng. Janin monyet, kuda laut, kelelawar, kelabang, dan banyaaaaaaaaaaaaak yang 'luar biasa'. Dan hanya kakak sepupu saya yang berani meminumnya. Sedangkan 3 orang lainnya? Hehehehe. Tidak. Terima kasih. Pulangnya kami membeli salak yang baru dipanen.

Kesan : seram plus tidak menyenangkan. Ada sikap seseorang yang jelas memojokkan saya di sini. Insting perempuan itu kuat, Bung.

You Might Also Like

0 comments