Ah!

08.53

@embunpadasenja, 061109, (karena sesungguhnya kita hanya mengulang-ulang kejadian yang lalu.)

Nyeri itu masih berdenyut mengelilingi permukaan dengan ratusan pangkal helaiannya. Tertarik, tanpa ada satu surainya terlepas dari batoknya. Matanya berkedip; sesekali bergulir ke atas lalu ke bawah. Ke kanan dan ke kiri. Menutup kelopaknya, lalu terdiam. Alis matanya mengkerut, sama seperti bibirnya yang mengkerut. Merenggut. Untuk yang satu ini, ia tak tahu. Apa dan mengapa. Atau kapan dan bagaimana bisa dimulai. Hentakan napas? Masih menderu, berhembus keluar tanpa derik yang senantiasa menggandeng bunyinya yang semilir. Dan dia mengernyit kembali. Tertegun. Tercenung. Alisnya mengkerut. Merenggut.

Debar itu menambah sakit yang menderanya. Ah!

You Might Also Like

0 comments