Selamat pagi

08.58

"Selamat pagi."

Bisikan itu bernada lembut, menggodaku. Membuatku seketika menggeliat dan tersenyum. Mengerjap-erjapkan mata sebelum benar-benar terbangun dan menyapa balik sang pemilik suara.

Pagi itu. Yang kusangka akan sama menyenangkannya dengan hari-hari kemarin. Menghirup aroma wajah berbau susu vanila, masih dengan kepala bersandar pada lengan kirinya yang kekar, juga senyuman dan belaian sayang tangannya di sela-sela rambut pagiku yang kusut. Menenangkan.

Tapi pagi ini tidak begitu.

Berapa kalipun aku menoleh, tak ada bayangannya di sebelah tubuhku. Tak ada hangat, tak ada candaan, tak ada sapaan. Yang ada hanyalah pelupuk mata yang mengembang, lagi berat. Dan juga serpihan kaca pada frame foto sedjoli yang berhamburan di bawah kolong tempat tidur.

Perlahan, ingatan itu kembali terbentuk. Seperti malam yang selalu berpulang pada malam, setelah habis masa terang. Kosong, sunyi, dingin.

"Selamat pagi," jawabku. Parau. Bergetar, menahan tangis.

You Might Also Like

0 comments