Pandji Pragiwaksono - Menoleh

09.49

Semangat 45 jangan diingat hanya pada tanggal 17 Agustus, kawan... :) Pandji, kau begitu nasionalis. Saluuut!




Lirik:

Wahai Pemuda
Pergilah ke taman makam pahlawan
Dan tataplah nisan nisan disana
Berteriak dalam hening mereka
Nyata terbaca nama PEMUDA
Sebagai identitas mereka, tak ada yang tahu pasti namanya
Tapi kata terakhir dari mulut mereka: MERDEKA!
Ingatkah kota Surabaya di bulan November tahun empat lima
Belanda menyerang dalam ribuan, persenjataan berat udara dan darat
Berhadap hadapan dengan kiamat, kecil kemungkinan selamat
Berdiri menerjang ketidak mungkinan
Bermodal impian juga se-mangat, berikan hormat!

BENTUK KEPALAN
ANGKAT TINGGI DIATAS KEPALA
JADIKAN KEPALAN SEBAGAI PESAN
BAHWA KITA MASIH DENGARKAN
TERIAKAN PARA PAHLAWAN
MENOLEH KEBELAKANG
LIHAT YANG DITINGGALKAN
PELAJARAN TAK HARUS DALAM HALAMAN
BUKU SEKOLAHAN
BUKA WAWASAN

Wahai Pemuda
Betapa gagah dan cantiknya
Tapi dibalik keindahannya tersimpan keraguan untuk berkarya
Takut gagal katanya
Untuk apa merdeka? Untuk apa nyawa mreka?
Pahlawan kita? Kalau anak cucunya terkekang oleh pikiran mereka
Betapa malunya?
Pejuang bermodal tinta menorehkan kata-kata
Berjuang banyak caranya, termasuk dengan duduk berdiam dan dengan menuangkan buah pikirnya
Mohammad Hatta, Ki Hadjar Dewantara, Mohammad Yamin dan Kartini juga
Inspirasi dari mreka jadi bahan bakar slama lamanya

You Might Also Like

0 comments