R.T.
03.05Do you feel like you've been deceived like I do?
Ikrar pernikahan yang suci, upacara dalam segala bentuk adat agama dan maknanya, lalu ingatan-ingatan indah tentang masa-masa lajang di mana kata-katanya manis terucap. Dan semua itu sirna ketika kamu telah menginjak ke jenjang pernikahan. Bam! Pasanganmu tiba-tiba berubah. Sikapnya nggak sebaik dulu. Seperti sudah melepas topeng domba dan memperlihatkan taring serigalanya. Pernah dengar kata 'nelayan nggak akan ngasi umpan ke ikan yang sudah tertangkap'?
Di usia saya saat ini, di mana wajar teman-teman saya kebanyakan sudah berumah tangga, banyak saya dapati status-status tak enak dibaca tentang keadaan rumah tangganya. Saya nggak mau mengulas tentang mereka, karena saya sendiri toh juga seperti itu. Kadang rasa di dalam sini tidak terbendung, mau bicara sama siapa? Suami? Kalian lagi bertengkar. Keluarga suami? Sudah jelas memihak siapa, apalagi mertua (perempuanmu). Sahabat? Kalian sudah lama tak berkabar dan bercerita banyak, karena pergaulan kalian saat berumah tangga beda halnya dengan saat sendiri dulu. Keluargamu? Ya, kalau pikiran mereka lurus. Kalau tidak, justru akan memperburuk masalah. Lalu, satu-satunya yang tersisa adalah curhat dengan media sosial.
"Let it go, let it go, can't hold it back anymore~"
Lirik lagu soundtrack Frozen tiba-tiba saja mengalun di telinga, seakan menguatkan keinginan untuk mengetik perasaan buruk di dada. Tapi stop! Jangan sampai tombol post ditekan. Atau paling tidak, segera hapus postinganmu sebelum semua orang tahu. Nggak semua orang akan berpihak padamu. Ada orang, nun jauh di sana, yang memang tidak suka pada keluargamu. Ketika dia tahu kau sedang ada masalah, mereka akan menertawaimu. Sudah jatuh tertimpa tangga, ditertawai pula. Atau, mereka pura-pura perhatian padamu, menulis komentar. Apa kau yakin komentarnya akan menenangkan?
Berumah tangga itu sulit. Mengurus diri sendiri dulu saja sulit, apalagi sekarang. Kau harus mengurus diri sendiri, pasanganmu, anak-anakmu. Belum lagi kalau kau tinggal bersama dengan keluarga pasanganmu. Mengurus rumah tanggamu sendiri saja nggak cukup. Kau juga harus mengurus rumah dan keluarga pasanganmu. That's a plenty works to do. Hard ones. Ada yang pernah berkata pada saya, bahwa tinggal bersama dengan keluarga pasangan akan membuat rumah jadi 'panas'. Ada dua prinsip yang berbeda di dalam satu tempat, dan pasti selalu akan ada gesekan, guncangan di sana. Tapi sayang, kamu nggak bisa memaksakan diri untuk tinggal di rumah sendiri, kan? Nggak semua orang punya garis hidup yang bagus, bisa menata hidup baru di tempat baru, dengan semua peralatan yang baru dan situasi yang baru. Otonomi tanpa campur tangan pihak ketiga.
But hey. You're tougher than you think, you know?
Kita akan semakin 'kuat' ketika kita dihadapkan dengan masalah yang lebih besar dari yang sebelumnya kita temui. Tuhan memberikan ujian hidup, dan Dia akan memberikan kita hadiah jika kita bisa melewatinya. Hadiahnya apa? Syukur-syukur bila rejeki kita dinaikkan. Kalau tidak, kesabaran, kegigihan kita yang akan naik level.
0 comments