Embun Pada Senja

09.10

Aku berpikir pada hidup. Hidupku berkata, napasku berkelana, jiwaku menanti... Entah nanti itu kapan. Biar terpejam semua. Lalu seribu makna, tak akan pernah terpikir, tapi terasa...
-dewipadaasa-


Sedangkan aku berbicara dengan hidup. Ia berkata,"Hadapilah aku dengan hatimu, bukan dengan pikiranmu."
"Aku akan mati bila kau tak punya hati," begitu katanya lagi. Aku terdiam...
-asapadadewi-


____xxxxxxx
____xxxxxxxxxx_______xxxxxxxx
___xxxxxxxxxxxxx___xxxxxxxxxxxxx
___xxxxxxxxxxxxxx_xxxxxxxxxxxxxx
___xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
____xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
_____xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
______xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
_________xxxxxxxxxxxxxxxxxx
___________xxxxxxxxxxxxx
_____________xxxxxxxxx
______________xxxxxx
_______________xxxx
_______________xxx
______________xx
_____________x
___________x
________xx
______xxx
_____xxxx
___xxxxxx
___xxxxxxx
____xxxxxxxx
______xxxxxxxx
________xxxxxxxx
_________xxxxxxx
_________xxxxxxx
________xxxxxx
_______xxxxx
_____xxxxx
___xxxxx
__xxx
__xx
__ x









Embun itu bukan rembesan titik hujan. Embun adalah percikan kesegaran, sebuah bentuk dari harapan.

Dan pada senja? Ketika jingga nyaris meluruh pada gelap, ketika semua terasa tidak berarti lagi, embun itu menyadarkanku akan hidup. Tidak sekali, tapi berulang kali. Meski sulit, namun dia tetap di sini. Dia belum menguap.

Ya.

Hidup itu memang tidak indah, tapi menakjubkan.

Terima kasih telah menemani hari-hariku selama 3x365x24x3600 sekon ini. Aku sangat berbahagia. Bersamamu. :)

You Might Also Like

0 comments