Noughts and crosses

06.35

X O X
O O X
X X O

Well... Tiga bulan berlalu dengan begitu cepatnya. Aku masih ingat sayup-sayup bayanganku yang dulu bergulingan di atas kasur tanpa alasan yang jelas. Yang terkadang melirik tumpukan kertas dengan beberapa grafik dan berpuluh halaman penuh rumus dan angka, kemudian menghela napas berat. Aku tahu, hidup ini hanyalah tentang pilihan.

Take the chance, or leave it.

Pertama aku masuk ke sana, seperti menginjak karpet beludru merah. Takut. Cemas mengotori materialnya. Karena pikiranku selalu berkata 'I'm not worth it'. Selayaknya orang dalam masa adaptasi, selalu ada rasa berat. Berat karena tidak dapat memikul semuanya dalam satu waktu bersamaan. Tapi aku masih beruntung, didukung oleh mereka yang menyayangiku. :) And here I am, senang menemukan teman-teman baru, perspektif pikiran baru, bos yang keren, dan kesempatan baru.


Bolehkah aku meminta supaya besok aku tetap bisa bangun kesiangan dengan muka yang tetap acak-adul tanpa polesan warna-warni serta rambut yang bergerumul kusut seperti sarang burung? Entahlah. Terserah dia saja. :] Toh momen ini yang sejak dahulu dia impikan, bukan?

Thanks, all of You. Tsuki, Dongdong, Mama, Yus, Ade, Mona, Pak Widana, semuanya. Sekarang aku belum bisa membalas budi kalian, tapi aku percaya suatu hari nanti... pasti.

You Might Also Like

0 comments